Polri dan Pengusaha Tanggapi Viral Pagar Tinggi di Mal Jakarta-Surabaya
Polri menanggapi viralnya pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal di Jakarta dan Surabaya, meminta masyarakat tidak panik. Pengusaha menyebut pagar untuk menertibkan arus pengunjung, sementara Gubernur Pramono Anung meminta dibongkar.

Pemasangan pagar tinggi di area depan sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta dan Surabaya menjadi perbincangan hangat di media sosial. Polri melalui Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) Komjen Polisi Fadil Imran menegaskan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif dan meminta masyarakat tidak panik.
Alasan Pengusaha
Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, menjelaskan bahwa pemasangan pagar tinggi dilakukan untuk menertibkan arus pengunjung. Pernyataan ini disampaikan menyusul permintaan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, agar pagar tersebut dibongkar.
Respons Polri
Komjen Pol Fadil Imran juga meminta masyarakat tidak terpancing oleh narasi yang menyebut akan terjadi gangguan keamanan pada bulan Agustus 2026. "Jangan dibangun narasi akan terjadi sesuatu," ujarnya. Sebelumnya, Polri melalui pernyataan resmi juga menekankan agar tidak membangun narasi mencemaskan terkait pemasangan pagar tersebut.
Konteks dan Langkah Selanjutnya
Fenomena ini ramai diperbincangkan di media sosial, namun hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak mal terkait pembongkaran pagar. Belum jelas apakah pagar akan segera dibongkar sesuai permintaan Gubernur, atau apakah ada pertimbangan lain dari pengelola mal.
Konten ini disusun secara otomatis dengan bantuan AI berdasarkan laporan dari sumber yang dikutip, sesuai aturan editorial situs.
Sumber
- 1CNN Indonesia Nasional · Pernyataan Mabes Polri soal Fenomena Mal Pasang Pagar Tinggi
3 Agustus pukul 19.45 - 2CNN Indonesia Ekonomi · Riuh Mal Pasang Pagar Tinggi, Ini Alasannya
2 Agustus pukul 10.50