Deflasi Juli 2026: Harga Pangan Turun, Biaya Sekolah dan BBM Naik
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat deflasi 0,14% pada Juli 2026, didorong penurunan harga pangan, meski biaya pendidikan dan BBM masih naik.

Indonesia mengalami deflasi 0,14% secara bulanan pada Juli 2026, seperti dilaporkan Liputan6 Bisnis dan CNBC Indonesia. Fenomena ini terutama dipicu oleh anjloknya harga bahan pangan.
Pemicu Deflasi
BPS mengungkapkan bahwa harga bahan pangan yang turun menjadi pemicu utama deflasi. Sementara itu, biaya pendidikan dan bensin justru mengalami kenaikan, menurut Liputan6 Bisnis.
Data Pendukung
BPS juga mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) naik 0,15% pada Juli 2026, dengan indeks harga yang dibayar petani turun lebih dalam sebesar 0,25%, seperti dilaporkan Liputan6 Bisnis. Gubernur Bank Indonesia (BI) menyebut meredanya tekanan inflasi menunjukkan ekonomi RI stabil, seperti dikutip CNBC Indonesia.
Andil Inflasi di Yogyakarta
Secara lebih rinci, Kepala BPS Kota Yogyakarta, Joko, merinci andil inflasi uang sekolah SD sebesar 0,02% dan SMP sekitar 0,01%, seperti dilaporkan Tribun Jogja. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi deflasi secara keseluruhan, komponen pendidikan tetap memberikan tekanan inflasi.
Data ini berasal dari laporan BPS yang dirilis pada 3 Agustus 2026. Belum ada pernyataan resmi mengenai proyeksi inflasi ke depan, tetapi penurunan harga pangan diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat.
Konten ini disusun secara otomatis dengan bantuan AI berdasarkan laporan dari sumber yang dikutip, sesuai aturan editorial situs.
Sumber
- 1Tribun Jogja · BPS Kota Yogya Catat Deflasi di Juli 2026, Biaya Sekolah dan BBM Tetap Beri Andil Inflasi
3 Agustus pukul 17.07 - 2Liputan6 Bisnis · Nilai Tukar Petani Naik 0,15% pada Juli 2026, Biaya Produksi Turun
3 Agustus pukul 14.30 - 3CNBC Indonesia · RI Deflasi pada Juli 2026, Bos BI Sebut Efek Harga Pangan Merosot
3 Agustus pukul 16.41